Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

7 Cara Budidaya Tanaman Porang Agar Cepat Panen di Lahan Terbuka

budidaya tanaman porang


Budidaya Tanaman porang belakangan ini mulai di tekuni oleh para petani-petani di indonesia karena Permintaan daya tarik pasar terhadap umbi dari tanaman berkhasiat porang membuat banyak orang berlomba-lomba mempelajari bagai mana cara budidaya porang ini.

Porang termasuk salah satu tanaman jenis ubi yang bernilai sangat tinggi. Terdapat beberapa Kandungan zat glukomanan di dalam porang yang tentunya sangat bermanfaat untuk kesehatan.

Adapun harga jual buah porang ditentukan dari kualitasnya, jika semakin sedikit kadar air porang maka semakin mahal pula harga jualnya. Di pasaran porang basah di hargai   antara Rp. 10.500 – Rp. 15.000 per kg, sedangkan porang kering bisa juga diekspor ke luar negri dengan harga yang sangat luar biasa sekitar Rp. 230.000 – Rp. 330.000 per kg. Tertarik Untuk memulai Budidaya porang? dapat kita lakukan dengan memperhatikan langkah berikut ini untuk budidaya tanaman porang.

Porang yang ditanam di lahan terbuka dapat memberikan hasil yang lebih besar serta kualitasnya pun lebih tinggi.

Menyiapkan lahan untuk tempat menanam tumbuhan porang juga cukup mudah, kita hanya perlu membersihkan gulma yang mengganggu dan melakukan pembajakan  pada lahan agar tanah biar tanah gembur.

Setelah tanah selsai kita bajak mulai persiapkan beberapa lubang untuk kita tanam tanaman porang. Jarak lubang sebaiknya kita kasih jarak sekitar 20 x 40 cm atau 25 x 50 cm. Isi  terlebih dahulu setiap lubang dengan sekam dan pupuk kompos sehingga porang bisa tumbuh dengan optimal.

Budidaya porang sebaiknya dilakukan dengan sistem monokultur agar mendapatkan hasil lebih maksimal.

Cara Menanam Tanaman Porang

Menanam porang lebih bagus kita lakukan di awal musim hujan pada bulan Oktober sampai dengan bulan Desember. jika kita memilih metode penanaman menggunakan biji porang, Lakukan  terlebih dahulu pembibitan di dalam polybag. Namun ketika kita  tidak melakukan pembibitan maka metode ini bisa kita ganti dengan metode penanaman porang dengan menggunakan umbi langsun.

Tanaman porang pada umumnya hanya bisa hidup sekitar 5 bulan .sebab rata-rata setelah memasuki bulan ke 5 tanaman porang akan mulai menguning dan kemudian mati satu persatu. Tanaman porang yang mati itu sekaligus ditandai dengan adanya katak pada bagian tangkai pada daun yang langsung berjatuhan.

Katak di tanaman porang yang di dimaksud bukan hewan seperti pada umumnya melainkan ini istilah dalam bintil porang yang muncul di pangkal dan tangkai daun.Nah bagian Katak ini yang berwana cokelat kehitaman bisa kita disimpan hingga musim hujan untuk bibit ditanam kembali pada budidaya tanaman porang berikutnya.

Katak tanaman porang juga bisa kita jual dengan  pasaran harga mulai dari Rp. 10.500 – Rp. 14.500 per kg harga tersebut bisa berubah – rubah tergantung daerah juga.

Oleh sebab itu, Para perani budidaya tanaman porang kebanyakan melakukan cara menanam porang dari katak tanaman porang.

Cara Merawat Tanaman Porang

Tanaman porang sebetulnya sama seperti tanaman jenis lainya pada umumnya, setelah kita berhasil menanam tanaman porang kita juga harus merawatnya secara rutin. Perawatan tanaman porang terbagi menjadi beberapa tahapan bagian mulai dari membersihkan gulma, meninggikan guludan, memberi pupuk organik maupun kimia dan  melakukan penjarangan pada tanaman porang.

Cara Membersihkan Gulma Pada Tanaman Porang

Gulma  pada tanaman porang yang tumbuh sekitar tanaman akan jelas mengganggu  jalanya pertumbuhan tanaman porang . Oleh sebab itu kita harus secara rutin membersihkan gulma pada tanaman porang agar pertumbuhan porang tidak terganggunya pertumbuhan tanaman tersebut.

Cara Meninggikan Guludan Tanaman Porang



Peninggian guludan pada tanaman porang bisa kita lakukan dengan menimbun pangkal batang pada tanaman porang dengan tanah. Tujuan  ini agar meninggikan guludan dan menghasilkan batang tanaman porang dapat berdiri  secara tegak dan perkembangan pada umbi porang bisa lebih cepat dari biasanya.

Cara Pemupukan Tanaman Porang

Tanaman porang ini hanya membutuhkan dua kali proses pemupukan. Pemupukan pertama  bisa kita lakukan sebelum bibit tanaman porang kita tanam ke tanah .Jenis pupuk yang di anjurkan pada tanaman porang   adalah pupuk organik  jenis kompos yang difermentasi.

Proses pemupukan kedua bisa kita lakukan di saat tanaman porang sudah mulai tumbuh. Jenis pupuk yang di anjurkan saat proses pemupukan kedua ini bisa kita kasih  pupuk organik maupun pupuk anorganik jenis  NPK/TSP. NamunTanaman porang biasanya hanya membutuhkan sedikit pupuk anorganik loh.

Cara Melakukan Penjarangan Tanaman Porang

Kadang beberapa penggiat tanaman porang suka mengabaikan beberapa proses ini tetapi Proses penjarangan ini sangat perlu kita lakukan jika ada banyak tanaman porang dalam sebuah lubang saangat tidak bagus. Hal tersebut bisa terjadi karena satu bibit porang bisa menghasilkan hingga 4-6 batang porang.

Proses penjarangan ini perlu dilakukan agar umbi porang bisa tumbuh dengan lebih besar. Karena agar mendapatkan hasil panen tanaman porang yang melimpah .

Panen Porang

Semua proses penanaman porang sampai merawatnya sudah kita lewati hari yang di tunggu pun sudah tiba ,tanaman porang mulai di bisa kita panen saat usia tumbuhan porang masuk ke 7 bulan sejak masa tanam.

Nah,itu dia beberapa cara budidaya tanaman porang di atas dan Perlu kita ketahui, bahwa  jenis tanaman ini sebenarnya memiliki siklus alami bisa mati di musim kemarau dan tumbuh saat musim hujan datang.