Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

4 Cara Memelihara Jangkrik Agar Tidak Mati

budidaya jangkrik


memelihara jangkrik agar tidak mati sepintas terlihat sangat mudah sekali. Namun, kenyataannya banyak sekali pembudidaya yang gagal dalam membesarkan usaha budidaya jangkriknya tersebut.  Penyebabnya sangat sepele, hanya karena kurang jeli dalam melakukan pemeliharaan dan pemberian pakan jadi gagal dalam Teknik budidaya tersebut.

Mau tidak mau, pembudidaya dihadapkan pada kenyataan bahwa pemeliharaan jangkrik merupakan salah satu teknik pemeliharaan yang cukup terbilang sangat sulit.

Pasalnya, Anda memelihara hewan kecil sejenis serangga yang jumlahnya sangat begitu banyak dan berada di dalam satu kendang tentu saja tidak mudah. 

Kini, Anda sebagai pemudidaya jangkrik tidak perlu resah, karena tips-tips berikut ini akan membantu Anda dalam menjalankan usaha budi daya jangkrik. Simak 4 tips sakti yang akan mendatangkan keuntungan melimpah dari budi daya jangkrik. Yuk Kita bedah satu persatu sobat cuan.

1.Memberikan Sumber Nutrisi yang Tepat

Jangkrik akan sangat merespon dengan adanya makanan dengan memanfaatkan kedua antenanya. Saat terlihat ada pakan yang dia sukai, antenanya akan langsung memberikan sinyal tertentu karena sangat peka sekali. Daun berkadar air tinggi merupakan salah satu pakan yang sangat disukai oleh jangkrik karenanya kita harus memberikan yang terbaik.

Dalam proses budidaya jangkrik, pakan yang diberikan sebaiknya mengandung banyak air dangan protein yang sangat tinggi. Anda dapat memberikan pakan dedaunan berkadar air tinggi seperti, daun pepaya, daun singkong, daun pisang, dan dan masih banyak daun yang kadar airnya tinggi. Untuk sumber proteinnya, Anda dapat memberikan pur merek BR 511 atau pur yang berjenis lainnya karena sangat banyak sekali pur usahan berikan yang tinggi protein supaya jangkrik tumbuh maksimal.

Kebutuhan protein tiap generasi jangkrik berbeda-beda. Jangkrik anakan memerlukan seikitar 52% sementara jangkrik dewasa hanya membutuhkan 20%.

2.Lakukan pemeliharaan dengan tekun dan benar

Pertumbuhan dan perkembangan jangkrik sangat dipengaruhi pada saat pemeliharaan jangkrik berlangsung. Pemeliharaan jangkrik dalam melakukan pemberian pakan, minum, dan menjaga kestabilan suhu pada area budidaya jangkrik. Berikut penjelasannya secara lengkap agar mendapatkan hasil maksimal.

a. memberikan pakan dan minum

Jika umur jangkrik yang sudah berumur lebih dari 15 hari, berikan pakan berupa pur murni untuk mendaptkan protein kepada jangkrik dan sayuran usahakan sayuran tersebut dengan kadar air tinggi karena jangkrik sangat suka terhadap pakan yang banyak airnya. Pakan berupa sayuran harus diganti sehari sekali karena mudah membusuk dan akan mengganggu pada pertumbuhan jangkrik berlangsung. 

Catatan pentingnya, selera makan jangkrik sangat tinggi, oleh karena itu Anda harus mengontrol pakan secara sering. Jangan sampai kehabisan pakan. Bilamana itu terjadi, jangkrik bisa  yang anda ternak akan saling memakan satu sama lain.

Jangkrik minum dengan dua cara. Pertama, melalui yang cukup kadar air, sehingga Anda tidak perlu memberikan air secara terpisah karena sudah terdapat di sayuran. Cara kedua yakni dengan menyemprotkan air ke dalam kandang jangkrik. Karena akan mengganggu dalam masa pertumbuhan jangkrik. 

b.kesetabilan suhu harus di jaga

Suhu hangat atau sedang merupakan kondisi yang sangat tepat dan disukai oleh jangkrik. Kondisi semacam itu mendukung produktivitas jangkrik pada saat pertumbuhan berlangsung. Sebaiknya, semprotkan air ke dalam kandang jangkrik secara merata jangan teralu basah untuk menjaga suhu tetap stabil. 

3.waspada terhadap serangan hama dan penyakit

Dalam sejarah perjalanan budi daya jangkrik di Indonesia, belum pernah ada kasus terserang hama dan penyakit hingga membuat jangkrik punah di indonesia. Kalau pun ada, hanya beberapa saja dan itu tidak parah.

Penyebab dan hadirnya hama dan penyakit biasanya karena kandang ternak kotor, sirkulasi udara tidak lancar, dan pakan yang membusuk di dalam kendang sehingga membuat budi daya jangkrik gagal.

4.Membersihkan kendang jangrik secara rutin

Kandang merupakan salah satu bagian syarat yang terpenting dalam budi daya jangkrik yang harus dipenuhi. Kandang jangkrik yang berbentuk kotak dari kayu diletakan di dalam sebuah ruangan khusus agar sirkulasi udara stabil. Usahakan kendang di bersikan minimal 5 hari satu kali atau di cek setiap hari agar waktu masa panen jangrik anda bisa mendapatkan hasil yang maksimal.

Nah, sobat demikian informasi mengenai memelihara jangkrik agar tidak mati yang sangat detail, semoga menjadi bacaan yang bermanfaat dan jangan lupa untuk di lakukan ya.

Posting Komentar untuk "4 Cara Memelihara Jangkrik Agar Tidak Mati "